Metode Tanya Jawab (Diskusi)
Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad
Daari, sesungguhya Nabi Muhammad telah bersabda: “Agama itu adalah nasihat.”
Kami bertanya: “Untuk siapa?” Sabda beliau: “Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya,
para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim.” (HR. Muslim).
Refleksi Hadits
Tamiim
Ad Daari hanya meriwayatkan Hadist ini. Kata “nasihat” merupakan sebuah
kata yang penuh makna disini, dimana maksudnya adalah segala sesuatu yang
sifatnya baik. Dimana dijelaskan Rasul, bahwa agama (nasihat) itu luas,
menyangkut semua aspek. Dan Islam adalah nasihat terbaik untuk semua umat
sebagai agama rahmatan lil alamin. Memberi nasihat adalah fardhu
kifayah, jika ada yang melaksanakannya, maka yang lain terlepas dari kewajiban
ini. Nasihat dalam bahasa Arab artinya membersihkan atau memurnikan seperti
pada kalimat “nashahtul ‘asala” artinya saya membersihkan madu
sampai tinggal tersisa yang murni.
Masih
banyak arti kata nasihat, penjelasan di atas hanyalah sebagian kecil saja. Di
arti yang tersirat daripada cara penyampaian Rasul kapada para sahabat tentang
hal ini (nasihat), terdapat ilmu. Dimana pertama-tama Rasul cuma bersabda
sekedarnya yaitu:”Agama itu adalah nasihat.” Dari sabda Rasul yang sedikit
inilah, sebenarnya Rasul ingin memancing rasa ingin tahu para sahabat untuk
mengetahui dengan jelas apa yang dimaksud oleh Rasul. Dan lalu para sahabat pun bertanya: “Untuk siapa?”. Kemudian Rasul
menjelaskan dengan bersabda: “ Untuk Allah,……….”(Al ‘Ied, 2001).
Implementasi dalam
Pembelajaran
Jika
diamati pola interaksi dan banyaknya para sahabat yang hadir pada waktu itu
(ditunjukkan dengan kata kami), kejadian di atas tak ubahnya seperti
kelas belajar, di mana
Rasul sebagai guru dan para sahabat sebagai muridnya. Dari pola
interaksi pembelajarannya, dimana ada tanya jawab antara Rasul dan para
sahabat,yaitu metode diskusi terbuka. Sangatlah maju sekali, metode dan pola
pikir Rasul pada masa itu untuk menyampaikan nasihat-nasihatnya. Yang
mana Rasul bukan orang yang bisa membaca dan menulis, dapat berimprovisasi
dengan metode seperti
itu. Dari hal ini, bahwa metode tanya-jawab, diskusi telah digunakan Rasul
dalam hal penyampaian nasihat-nasihatnya.
Pada
masa sekarang ini, metode ini sangatlah berkembang di dalam dunia pendidikan.
Sebagai manusia yang selalu belajar, orang akan cenderung menangkap inti
dari masalah yang dibahas bila ada interaksi seperti di atas. Seperti diskusi,
yang akan memperkaya pola pikir kita dan sudut pandang kita menyikapi hal-hal
yang berkembang di masa kini. Dengan diskusi interaktif semacam ini, diharapkan
orang dapat melihat luas pemikiran orang lain, tidak terpaku pada pola pikir
individu yang sempit. Dengan diskusi seperti ini, akan didapatkan pola pikir
yang moderat, yaitu tidak langsung menyatakan hal ini benar atau hal ini
salah tanpa kita tahu persis permasalahanya, tetapi menyelidiki hal-hal yang
benar di balik masalah tersebut. Sehingga diskusi juga akan melahirkan umat
muslim yang berjiwa kritis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar