Selasa, 09 April 2013



Metode Tanya Jawab (Diskusi)
Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari, sesungguhya Nabi Muhammad telah bersabda: “Agama itu adalah nasihat.” Kami bertanya: “Untuk siapa?” Sabda beliau: “Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim.” (HR. Muslim).
Refleksi Hadits
Tamiim Ad Daari hanya meriwayatkan Hadist ini. Kata “nasihat” merupakan sebuah kata yang penuh makna disini, dimana maksudnya adalah segala sesuatu yang sifatnya baik. Dimana dijelaskan Rasul, bahwa agama (nasihat) itu luas, menyangkut semua aspek. Dan Islam adalah nasihat terbaik untuk semua umat sebagai agama rahmatan lil alamin. Memberi nasihat adalah fardhu kifayah, jika ada yang melaksanakannya, maka yang lain terlepas dari kewajiban ini. Nasihat dalam bahasa Arab artinya membersihkan atau memurnikan seperti pada kalimat “nashahtul ‘asala” artinya saya membersihkan madu sampai tinggal tersisa yang murni.
Masih banyak arti kata nasihat, penjelasan di atas hanyalah sebagian kecil saja. Di arti yang tersirat daripada cara penyampaian Rasul kapada para sahabat tentang hal ini (nasihat), terdapat ilmu. Dimana pertama-tama Rasul cuma bersabda sekedarnya yaitu:”Agama itu adalah nasihat.” Dari sabda Rasul yang sedikit inilah, sebenarnya Rasul ingin memancing rasa ingin tahu para sahabat untuk mengetahui dengan jelas apa yang dimaksud oleh Rasul. Dan lalu para sahabat  pun bertanya: “Untuk siapa?”. Kemudian Rasul menjelaskan dengan bersabda: “ Untuk Allah,……….”(Al ‘Ied, 2001).

Implementasi dalam Pembelajaran
Jika diamati pola interaksi dan banyaknya para sahabat yang hadir pada waktu itu (ditunjukkan dengan kata kami), kejadian di atas tak ubahnya seperti kelas belajar, di mana Rasul sebagai guru dan para sahabat sebagai muridnya. Dari pola interaksi pembelajarannya, dimana ada tanya jawab antara Rasul dan para sahabat,yaitu metode diskusi terbuka. Sangatlah maju sekali, metode dan pola pikir Rasul pada masa itu untuk menyampaikan nasihat-nasihatnya. Yang mana Rasul bukan orang yang bisa membaca dan menulis, dapat berimprovisasi dengan metode seperti itu. Dari hal ini, bahwa metode tanya-jawab, diskusi telah digunakan Rasul dalam hal penyampaian nasihat-nasihatnya.
Pada masa sekarang ini, metode ini sangatlah berkembang di dalam dunia pendidikan. Sebagai manusia yang selalu belajar, orang akan cenderung menangkap inti dari masalah yang dibahas bila ada interaksi seperti di atas. Seperti diskusi, yang akan memperkaya pola pikir kita dan sudut pandang kita menyikapi hal-hal yang berkembang di masa kini. Dengan diskusi interaktif semacam ini, diharapkan orang dapat melihat luas pemikiran orang lain, tidak terpaku pada pola pikir individu yang sempit. Dengan diskusi seperti ini, akan didapatkan pola pikir yang moderat, yaitu tidak langsung menyatakan hal ini benar atau hal ini salah tanpa kita tahu persis permasalahanya, tetapi menyelidiki hal-hal yang benar di balik masalah tersebut. Sehingga diskusi juga akan melahirkan umat muslim yang berjiwa kritis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar