Selasa, 09 April 2013


Metode Tasybih Dalam Pembelajaran Kimia
(membuat persamaan antara hal-hal yang berbeda)
            Metode ini salah satu cara yang Rasulullah gunakan dalam pengajaran dengan membuat pengibaratan (persamaan). Metode ini biasa beliau gunakan untuk menjelaskan  suatu hal (makna) yang bersifat abstrak. Beliau mengibaratkannya dengan sesuatu yang bersifat konkrit, yang akrab dan biasa ditemui para sahabat dalam kehidupan sehari-hari. Metode itu sangat memudahkan dan mempercepat pemahaman bagi mereka utamanya dalam minat mempelajari hal-hal yang abstrak (maknawiyah). Metode ini juga sudah banyak dicontoh oleh para ulama dalam kitab-kitabnya.
Refleksi Hadits
Diriwayatkan dari Anas (bin Malik) ra, dia berkata: “Rasulullah Saw bersabda: “perumpamaan seorang mu’min yang membaca al-qur’an adalah laksana buah utrujjah; aroma dan rasanya lezat. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca al-qur’an adalah laksana buah kurma (tamrah); meski rasanya lezat, namun tidak memmiliki aroma harum. Perumpamaan seorang pendosa yang membaca al-qur’an adalah laksana buah raihanah; meski aromanya harum, namun cita rasanya pahit. Adapun peumpaaan seorang pendosa yang tidak membaca al-qur’an adalah laksana hanzhalah; rasanya pahit dan aromanya tidak harum. Perumpamaan seorang teman duduk (teman bergaul) yang baik adalah laksana orang yang memakai parfum; meski engkau tidak memakainya, namun engkau mendapatkan keharuman aromanya. Adapun perumpamaan seorang teman yang jahat adalah laksana seorang pande (penempa) besi; meski engkau tidak terkena hitamnya, engkau akan terkena asapnya.” (HR. Imam Abu Dawud).
Dalam hadits di atas terdapat suatu dorongan yang sangat kuat untuk beramal kebaikan dan larangan keras untuk berbuat jahat. Dengan metode ini akhirnya dapat mudah dipahami  oleh orang yang mendengarnya.
Implementasi dalam Pembelajaran
            Secara tidak sadar kita telah memakai metode Rasulullah dalam proses pembelajaran khususnya kimia. Mungkin sudah banyak teori dari ilmuwan barat yang kita pelajari, tapi ternyata 14 abad yang lalu kita belum mengetahui bahwa sudah ada metode jitu yang dilakukan oleh rasulullah dalam memberikan pengajaran pada para sahabat. Ini terbukti sepanjang sejarah bahwa generasi Rasulullah adalah generasi terbaik sepanjang zaman. Hal ini terwujud tidak lain kecuali hanya dengan pendidikan yang berkualitas. Salah satu yang penting yaitu penggunaan metode pembelajaran yang tepat oleh Rasulullah.
            Metode tasybih ini sebenarnya sering digunakan dalam menyampaikan materi kimia yang bersifat abstrak misalnya, atom, molekul dan bentuk, energi, ikatan kimia, dan sebagainya. Dalam menjelaskan atom, para pencetus teori-teori atom mulai dari Dalto sampai Teori atom Modern selalu mengumpamakan/ menggambarkan dengan sesuatu yang ada di dalam kehidupan. Metode ini memberikan banyak manfaat dalam pemahaman dan perkembangan ilmu kimia secara umum. Dalton menggambarkan atom sebagai bola pejal, Thomson menggambarkan atom seperti roti kismis, dan perumpamaan lain yang dipakai oleh pencetus teori atom.
            Bukti perkembangan dari akibat memakai metode ini yaitu setelah orang memahami tentang atom mereka terdorong untuk mempelajari bagaimana suatu senyawa kimia terbentuk. Banyak ilmuwan juga terinspirasi untuk menggambarkan terbentuknya senyawa kimia melalui proses ikatan kimia dengan memakai pendekatan struktur atom. Dalam perkembangannya ilmuwan kimia mencoba memberikan berbagai gambaran bentuk senyawa kimia melalui model molekul dengan berbagai konsep. Mulai dari teori ikatan kimia Lewis, VSEPR dan sebagainya.
            Terbukti bahwa dengan mengkonkritkan sesuatu yang abstrak akan lebih memahamkan seseorang sehingga akan terjadi perubahan pola pikir, mengembangkan imajinasi dan menumbuhkan gagasan baru. Metode ini tidak hanya dipakai dalam pembelajaran kimia tapi bisa diaplikasikan pada pembelajaran selain kimia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar