Metode
Tasybih Dalam Pembelajaran Kimia
(membuat persamaan antara hal-hal yang
berbeda)
Metode ini salah satu cara yang Rasulullah gunakan dalam
pengajaran dengan membuat pengibaratan (persamaan). Metode ini biasa beliau
gunakan untuk menjelaskan suatu hal
(makna) yang bersifat abstrak. Beliau mengibaratkannya dengan sesuatu yang
bersifat konkrit, yang akrab dan biasa ditemui para sahabat dalam kehidupan
sehari-hari. Metode itu sangat memudahkan dan mempercepat pemahaman bagi mereka
utamanya dalam minat mempelajari hal-hal yang abstrak (maknawiyah). Metode ini
juga sudah banyak dicontoh oleh para ulama dalam kitab-kitabnya.
Refleksi Hadits
Diriwayatkan
dari Anas (bin Malik) ra, dia berkata: “Rasulullah Saw bersabda: “perumpamaan seorang
mu’min yang membaca al-qur’an adalah laksana buah utrujjah; aroma dan rasanya
lezat. Perumpamaan seorang mukmin
yang tidak membaca al-qur’an adalah laksana buah kurma (tamrah); meski rasanya
lezat, namun tidak memmiliki aroma harum. Perumpamaan seorang pendosa yang
membaca al-qur’an adalah laksana buah raihanah; meski aromanya harum, namun
cita rasanya pahit. Adapun peumpaaan seorang pendosa yang tidak membaca al-qur’an
adalah laksana hanzhalah; rasanya pahit dan aromanya tidak harum. Perumpamaan
seorang teman duduk (teman bergaul) yang baik adalah laksana orang yang memakai
parfum; meski engkau tidak memakainya, namun engkau mendapatkan keharuman
aromanya. Adapun perumpamaan seorang teman yang jahat adalah laksana seorang
pande (penempa) besi; meski engkau tidak terkena hitamnya, engkau akan terkena
asapnya.” (HR. Imam Abu Dawud).
Dalam
hadits di atas terdapat suatu dorongan yang sangat kuat untuk beramal kebaikan
dan larangan keras untuk berbuat jahat. Dengan metode ini akhirnya dapat mudah
dipahami oleh orang yang mendengarnya.
Implementasi dalam Pembelajaran
Secara tidak sadar kita telah
memakai metode Rasulullah dalam proses pembelajaran khususnya kimia. Mungkin
sudah banyak teori dari ilmuwan barat yang kita pelajari, tapi ternyata 14 abad
yang lalu kita belum mengetahui bahwa sudah ada metode jitu yang dilakukan oleh
rasulullah dalam memberikan
pengajaran pada para sahabat. Ini terbukti sepanjang sejarah bahwa generasi
Rasulullah adalah generasi terbaik sepanjang zaman. Hal ini terwujud tidak lain
kecuali hanya dengan pendidikan yang berkualitas. Salah satu yang penting yaitu penggunaan metode pembelajaran yang tepat
oleh Rasulullah.
Metode tasybih ini sebenarnya sering digunakan
dalam menyampaikan materi kimia yang bersifat abstrak misalnya, atom, molekul
dan bentuk, energi, ikatan kimia, dan sebagainya. Dalam menjelaskan atom, para
pencetus teori-teori atom mulai dari Dalto sampai Teori atom Modern selalu
mengumpamakan/ menggambarkan
dengan sesuatu yang ada di dalam kehidupan. Metode ini memberikan banyak
manfaat dalam pemahaman dan perkembangan ilmu kimia secara umum. Dalton
menggambarkan atom sebagai bola pejal, Thomson menggambarkan atom seperti roti
kismis, dan perumpamaan lain yang dipakai oleh pencetus teori atom.
Bukti perkembangan dari akibat
memakai metode ini yaitu setelah orang memahami tentang atom mereka terdorong
untuk mempelajari bagaimana suatu senyawa kimia terbentuk. Banyak ilmuwan juga
terinspirasi untuk menggambarkan terbentuknya senyawa kimia melalui proses
ikatan kimia dengan memakai pendekatan struktur atom. Dalam perkembangannya
ilmuwan kimia mencoba memberikan berbagai gambaran bentuk senyawa kimia melalui
model molekul dengan berbagai konsep. Mulai dari teori ikatan kimia Lewis,
VSEPR dan sebagainya.
Terbukti bahwa dengan
mengkonkritkan sesuatu yang abstrak akan lebih memahamkan seseorang sehingga
akan terjadi perubahan pola pikir, mengembangkan imajinasi dan menumbuhkan
gagasan baru. Metode ini tidak hanya dipakai dalam pembelajaran kimia tapi bisa
diaplikasikan pada pembelajaran selain kimia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar